ANALISIS KADAR PROTEIN PADA FERMENTASI KEMBANG KOL (Brassica Oleracea L. Var. Capitata) DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI Lactobacillus Plantarum

Authors

  • Nur Aeni Aeni Universitas Syekh Yusuf Al Makassari Gowa

Keywords:

Kata Kunci: Kembang Kol, Kadar Protein, Fermentasi, Lactobacillus Plantarum

Abstract

Kembang kol (Brassica oleracea L. var. capitata) merupakan sayuran yang mengandung vitamin, karbohidrat, protein, mineral dan lemak. Kembang kol memiliki kandungan air yang relatif tinggi, sehingga memiliki umur simpan yang pendek dan mudah busuk. Kembang kol dapat diawetkan melalui proses fermentasi untuk menciptakan produk olahan dengan nilai gizi dan rasa. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan kandungan protein kembang kol yang difermentasi menggunakan mikroorganisme Lactobacillus Plantarum dan kembang kol yang tidak difermentasi. Teknologi fermentasi bawah air berhasil dilakukan pada kondisi optimal dengan Lactobacillus Plantarum (pH 6, volume inokulasi 5,0 µm, waktu inkubasi 4 hari). Komposisi unsur makro kembang kol fermentasi dibandingkan dengan komposisi kembang kol nonfermentasi dengan menganalisis kandungan proteinnya menggunakan metode Kjeldahl. Berdasarkan hasil yang didapatkan, kadar protein kembang kol difermentasi dengan Lactobacillus Plantarum memiliki nilai berbeda nyata dengan kembang kol yang tidak difermentasi. Kadar protein kembang kol non fermetasi 10,4% sedangkan kadar protein kembang kol fermentasi Lactobacillus Plantarum yaitu 13,1%. Hal ini menunjukkan kadar protein kembang kol difermentasi Lactobacillus Plantarum mengalami peningkatan sebesar 2,7%. Hal tersebut disebabkan karena Lactobacillus Plantarum menghasilkan enzim protease yang digunakan untuk metabolisme protein dan proses pengaturan dalam sel, yaitu mengganti protein yang rusak dan menjaga keseimbangan antara pemecahan dan sintesis protein.

Kata Kunci: Kembang Kol, Kadar Protein, Fermentasi, Lactobacillus Plantarum

Kembang kol (Brassica oleracea L. var. capitata) merupakan sayuran yang mengandung vitamin, karbohidrat, protein, mineral dan lemak. Kembang kol memiliki kandungan air yang relatif tinggi, sehingga memiliki umur simpan yang pendek dan mudah busuk. Kembang kol dapat diawetkan melalui proses fermentasi untuk menciptakan produk olahan dengan nilai gizi dan rasa. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui perbedaan kandungan protein kembang kol yang difermentasi menggunakan mikroorganisme Lactobacillus Plantarum dan kembang kol yang tidak difermentasi. Teknologi fermentasi bawah air berhasil dilakukan pada kondisi optimal dengan Lactobacillus Plantarum (pH 6, volume inokulasi 5,0 µm, waktu inkubasi 4 hari). Komposisi unsur makro kembang kol fermentasi dibandingkan dengan komposisi kembang kol nonfermentasi dengan menganalisis kandungan proteinnya menggunakan metode Kjeldahl. Berdasarkan hasil yang didapatkan, kadar protein kembang kol difermentasi dengan Lactobacillus Plantarum memiliki nilai berbeda nyata dengan kembang kol yang tidak difermentasi. Kadar protein kembang kol non fermetasi 10,4% sedangkan kadar protein kembang kol fermentasi Lactobacillus Plantarum yaitu 13,1%. Hal ini menunjukkan kadar protein kembang kol difermentasi Lactobacillus Plantarum mengalami peningkatan sebesar 2,7%. Hal tersebut disebabkan karena Lactobacillus Plantarum menghasilkan enzim protease yang digunakan untuk metabolisme protein dan proses pengaturan dalam sel, yaitu mengganti protein yang rusak dan menjaga keseimbangan antara pemecahan dan sintesis protein.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA
[1] Rahmad, R. 2002. Bertanam Kubis. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

[2] Ghaly, A.E and Alkoaik, F.N. 2010. Extraction of Protein from Common Plant Leaves for Use as Human Food. American Journal of Applied Sciences 7(3): 331-342, 2010 ISSN 1546-9239 © 2010 Science Publications.

[3] Vincent dan Yamaguchi. 1998. Sayuran Dunia 2: Prinsip, Produksi dan Gizi Edisi 2. Bandung: Penerbit ITB Hal 113- 114.

[4] Tefa, A.Y. 2018. Pengaruh Fermentasi Umbi Ganyong (Canna Edulis Kerr) Menggunakan Bakteri Lactobacillus Plantarum Terhadap Karakteristik Tepung, Profil Protein, Dan Kandungan Senyawa Antinutrisi. (Tesis Online). Universitas Brawijaya, Malang.

[5] Lily, A.L., Puspita, M.S,. and Fasty, A.U. 2018. Kandungan Zat Gizi Makanan Khas Yogyakarta. Yogyakarta: UGM PRESS.

[6] Fahmia, A.R. 2018. Fermentasi Pada Kubis Menggunakan Kultur Lactobacillus plantarum Untuk Penurunan Antinutrisi Dan Identifikasi Metabolit. (Tesis Online). Universitas Brawijaya, Malang.

[7] Susantiningsih, T. 2014. Enzymes Functions In Metabolism. Universitas Lampung. J Mayority. 1(2).

[8] Kurniana, L.M. 2015. Karakteristik Fisik, Kimia, Dan Fungsional Tepung Koro Pedang (Canavalia Ensiformis L.) Termodifikasi Dengan Fermentasi Menggunakan Lactobacillus Plantarum. (Skripsi Online). Jember. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

[9] Rao, M.B., Tanksale, A.M., Ghatge, M.S, and Desphande. 1998. Molekular and Biotecjnological Aspects of Microbial Protease. Microbiology and Molecular Biology Rev. Sci Am. 62: 597- 635.

[10] Tadrianto, J., Doniarta, K.M., dan Setiyo, G. (2014). Pengaruh Fermentasi Pada Pembuatan Mocaf Dengan Menggunakan Lactobacillus Plantarum Terhadap Kandungan Protein. Jurnal Teknik POMITS. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 3(2):2337-3539.

[11] Qalsum, U., Anang, W., Supriyadi, S. (2015). Analisis Kadar Karbohidrat, Lemak Dan Protein Dari Tepung Biji Mangga 49 (Mangifera indica L) Jenis Gadung. J. Akad. Kim. 4(4): 168- 174, November 2015 ISSN 2302-6030 (p), 2477-5185 (e).

Downloads

Published

2023-07-29

How to Cite

[1]
N. A. Aeni, “ANALISIS KADAR PROTEIN PADA FERMENTASI KEMBANG KOL (Brassica Oleracea L. Var. Capitata) DENGAN MENGGUNAKAN BAKTERI Lactobacillus Plantarum ”, CJCS, vol. 5, no. 2, pp. 39–41, Jul. 2023.

Issue

Section

Articles