UJI PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA BERAS MERAH SEKO (VARIETAS DAMBO) DAN BERAS MERAH TORAJA (VARIETAS SEMANDI)

Authors

  • Ilmiati Illing Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Dewi Cokroaminoto Palopo
  • Suhaeni Universitas Cokroaminoto Palopo
  • Nurmalasari

Keywords:

beras merah seko, beras merah toraja, glukosa

Abstract

Beras merah merupakan salah satu pangan fungsional yang memiliki kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, termasuk dalam pengendalian kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar glukosa pada beras merah Seko varietas Dambo dan beras merah Toraja varietas Semandi serta menentukan varietas yang berpotensi direkomendasikan bagi penderita diabetes melitus. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fakultas Sains Universitas Hasanuddin menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penentuan kadar glukosa dilakukan dengan metode Somogyi-Nelson melalui tiga kali pengulangan pengujian. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar glukosa beras merah Seko berkisar antara 0,25–0,36% dengan rata-rata sebesar 0,31%, sedangkan kadar glukosa beras merah Toraja berkisar antara 1,61–1,74% dengan rata-rata sebesar 1,67%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa beras merah Toraja memiliki kadar glukosa yang lebih tinggi dibandingkan beras merah Seko. Rendahnya kadar glukosa pada beras merah Seko varietas Dambo menunjukkan potensi yang lebih baik sebagai alternatif pangan bagi individu yang memerlukan pengendalian asupan glukosa, termasuk penderita diabetes melitus. Penelitian lebih lanjut mengenai indeks glikemik, kandungan serat, dan senyawa bioaktif diperlukan untuk mendukung pemanfaatan beras merah Seko sebagai pangan fungsional.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Maekawa, M. (1998). Recent information on anthocyanin pigmentation. Rice Genetics Newsletter, 13, 25–26.

[2] Ahuja, U., Ahuja, S. C., Chaudhary, N., & Thakrar, R. (2007). Red rices: Past, present, and future. Asian Agri-History, 11(4), 291–304.

[3] Rosmarkam, A. dan Yuwono, N. W., 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

[4] Indrasari, S.D., 2006. Kandungan mineral padi varietas unggul dan kaitannya dengan kesehatan. Iptek Tanaman Pangan, 1(1), pp.88–99.

[5] Ensminger, A. H., Ensminger, M. E., Konlande, J. E., & Robson, J. R. K. (1994). Foods & nutrition encyclopedia (2nd ed., Vols. 1–2)

[6] Hui, Y. H. (Ed.). (2006). Handbook of food science, technology, and engineering (Vol. 1)

[7] Gealy, D. R., & Bryant, R. J. (2009). Seed physicochemical characteristics of field-grown US weedy rice (Oryza sativa) biotypes: Contrasts with commercial cultivars. Journal of Cereal Science, 49(2), 239–247.

[8] Heinemann, R. J. B., Fagundes, P. L., Pinto, E. A., Penteado, M. V. C., & Lanfer-Marquez, U. M. (2005). Comparative study of nutrient composition of commercial brown, parboiled and milled rice from Brazil. Journal of Food Composition and Analysis, 18(4), 287–296

[9] Nelson, N. (1944). A photometric adaptation of the Somogyi method for the determination of glucose. Journal of Biological Chemistry, 153(2), 375–380

[10]Juliano, B. O. (1993). Rice in human nutrition. Food and Agriculture Organization of the United Nations

[11]Murray, C. J. L., et al. (2018). Global, regional, and national burden of chronic kidney disease, 1990–2017: A systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2017. The Lancet, 392(10159), 2604–2615

[12]Gropper, S. S., & Smith, J. L. (2013). Advanced nutrition and human metabolism (6th ed.)

[13]Frei, M., Siddhuraju, P., & Becker, K. (2003). Starch digestibility and estimated glycemic score of different types of rice differing in amylose content. Journal of Science of Food and Agriculture, 83(14), 1428–1437

[14]Min, B., McClung, A. M., & Chen, M. H. (2012). Free and bound total phenolic concentrations, antioxidant capacities, and profiles of proanthocyanidins and anthocyanins in whole grain rice (Oryza sativa L.) of different bran colours. Food Chemistry, 133(3), 715–722.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

[1]
I. Illing, Dewi, Suhaeni, and Nurmalasari, “UJI PERBANDINGAN KADAR GLUKOSA BERAS MERAH SEKO (VARIETAS DAMBO) DAN BERAS MERAH TORAJA (VARIETAS SEMANDI)”, CJCS, vol. 8, no. 1, pp. 1–4, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles