Gambaran Status Gizi Berdasarkan Lingkar Lengan Atas Dengan Kejadian KEK Pada Mahasiswa Gizi Universitas Muhammadiyah Palopo Tahun 2025

Authors

  • Tenri Puli Universitas Muhammadiyah Palopo
  • Jasril Jasril UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO
  • Hasra Ryska Universitas Muhammadiyah Palopo

Keywords:

Kekurangan energi kronik KEK, Lingkar lengan atas, Status gizi, wanita usia subur

Abstract

 Salah satu masalah gizi yang masih sering terjadi di Indonesia pada wanita usia subur adalah
kekurangan energi kronik (KEK). Lingkar lengan atas (Lila) adalah salah satu indikator yang digunakan
di Indonesia untuk menilai risiko kekurangan energi kronik (KEK), kekurangan energi kronik dalam waktu
lama akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh berkurang sehingga tubuh mudah terkena penyakit
infeksi, menurunkan kemampuan berkonsentrasi yang terjadi berkaitan dengan penurunan simpanan
zat besi. Tujuan penelitian untuk melihat gambaran kekurangan energi kronik pada mahasiswa Fakultas
Kesehatan Prodi Gizi Universitas Muhammadiyah Palopo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif
kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, sebanyak 35 responden dipilih menggunakan teknik total
sampling. Analisis data univariat yaitu distribusi frekuensi lingkar lengan atas dan pendapatan ayah/ibu.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 11 responden (31,4%) KEK dan 24 responden
(68,6%) tidak KEK. 3 responden (8,6%) pendapatan ayah/ibu <Rp 1.000.000, 19 responden (54,2%)
pendapatan ayah/ibu Rp 1.000.000-2.900.000, 8 responden (22,8%) Rp 3.000.000-4.900.000
pendapatan ayah/ibu, 3 responden (8,6%) Rp 5.000.000-10.000.000 pendapatan ayah/ibu, dan 2
reponden (5,8%) pendapatan ayah/ibu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] P. F. Polwandari, Annisa, “Faktor Tidak Langsung Penyebab Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Jurnal, Ilmu Kesehatan Masyarakat,” J. Ilmu Kesehat. Masy., Vol. 11, No. 2, pp. 151-159, 2022.

[2] A. Yusuf N.N, S.N Ilmiyani, “FaktorFaktor Yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Puskesmas Suela Tahun 2020,” J. Rumpun Ilmu Kesehat., Vol. 01, No. 02, pp. 20-30, 2021.

[3] H. . N. Lestari, D.S., A.S. Nasution, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Bogor Utara Tahun 2022,” Promot. J. Mhs. Kesehat. Masy., Vol. 06, No. 03, pp. 165-175, 2023.

[4] M. Pramata, Yeni, Sandalayuk, “Kekurangan Energi Kronis Pada Wanita Usia Subur di Wilayah Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo,” Grontalo J. Public Heal., Vol. 2, No. 1, pp. 120-125.

[5] A. N. Novitasari, Y.d., F. Wahyudi, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kekurangan Energi Kronik (KEK) Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rowosari Semarang,” J. Kedokt. Diponegoro, Vol. 08, No. 01, pp. 562-571, 2019.

[6] WHO World Health Organization, “Balanced Energy and Protein Supplementation during pregnancy,” 2023.

[7] Kementrian Kesehatan RI, “Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas),” Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, 2018.

[8] M. Destryana, “Hubungan Presepsi Budaya dan Ras Terhadap Risiko Kurang Energi Kronik (KEK) Pada Wanita Usia Subur (WUS) Di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung tengah,” Fak. Kedokteran. Univ. Lampung, 2017.

[9] I. Yunawati, W. R. Apandi, A. N. Halisa, and C. S. Syela, “Gambaran Kejadian Kekurangan Energi Kronis ( KEK ) pada

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo,” vol. 3, pp. 1–6, 2025.

[10]F. Y. Berhubungan, D. Kejadian, and K. Energi, “JURNAL,” vol. 7, no. 3, pp. 562–568, 2024.

Downloads

Published

2026-02-14

How to Cite

[1]
T. Puli, J. Jasril, and H. Ryska, “Gambaran Status Gizi Berdasarkan Lingkar Lengan Atas Dengan Kejadian KEK Pada Mahasiswa Gizi Universitas Muhammadiyah Palopo Tahun 2025”, CJBS, vol. 8, no. 1, pp. 5–8, Feb. 2026.