KARAKTERISTIK KULTURAL DAN FILOSOFI MATEMATIKA

Authors

  • Ikhbariaty Kautsar Qadry Universitas Muhammadiyah Makassar, Makasar
  • Syahrullah Asyari Universitas Negeri Makassar
  • Nur Ismiyati Universitas Balikpapan
  • Andi Patimbangi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Bone

DOI:

https://doi.org/10.30605/27458326-68

Keywords:

etnomatematika, filosofi matematika

Abstract

enelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang bertujuan mengkaji dua hal pokok. Pertama, karakteristik kultural. Kedua, karakteristik filosofi matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kultural dapat dilihat dari sisi nilai dan praktik sosial matematika, maupun sisi konvensi matematika. Nilai kultural matematika dapat dilihat dari program etnomatematika. Sementara itu, praktik sosial matematika dapat dilihat dari Realistic Mathematics Education. Namun demikian, tetap diakui bahwa matematika memiliki karakteristik yang khas atau sifat alami sebagai suatu konvensi, sekaligus merupakan bagian dari karakteristik kultural matematika. Sementara itu, karakteristik filosofi matematika bergantung pada sudut pandang aliran-aliran filsafat tertentu terhadap matematika. Hasil rekonseptualisasi filsafat matematika menunjukkan bahwa suatu filsafat matematika mestinya memenuhi empat kriteria, yaitu: a) pengetahuan matematika: sifat, justifikasi dan genesisnya; b) obyek-obyek matematika: sifat dan asal-usulnya; c) aplikasi matematika: keefektifannya dalam sains, teknologi dan bidang-bidang  lainnya; dan d) pelaksanaan (praktik) matematika: berbagai aktivitas para matematikawan, baik di masa sekarang, maupun di masa lampau.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ernest, P. 1991. The Philosophy of Mathematics Education. London: Routledge-Falmer.
Elmer E. Rasmuson Library. (2020). Library Research Process (online). (https://library.uaf.edu/ls101-research-process) diakses pada 4 April 2021
Gie, T. L. 1993. Filsafat Matematika Bagian Kedua Epistemologi. Yogyakarta: Yayasan Studi Ilmu dan Teknologi.
Graduate School Universitas Negeri Yogyakarta, 2020. Ethnomathematics Journal (online) (https://journal.uny.ac.id/index.php/ethnomath/index) (Diakses pada Ahad, 18 Oktober 2020).
Gravemeijer, K. & Terwel, J. 2000. Hans Freudenthal: a Mathematician on Didactics and curriculum theory, Journal of Curriculum Studies, 32(6): 777–796.
Hanna, G. 1983. Rigorous Proof in Mathematics Education. Toronto: The Ontario Institute for Studies in Education.
Hudojo, H. 1990. Belajar Mengajar Matematika. Malang: IKIP Malang Press.
Johnson, D. A. & Rising, G. R. 1967. Guidelines for Teaching Mathematics. California: Wadsworth Publishing Company, Inc.
Khait, A. 2005. The Definition of Mathematics: Philosophical and Pedagogical Aspects, Science & Education, 14: 137–159.
Larvor, B. 2016. What Are Mathematical Cultures? Dalam S. Ju et al. (eds.), Cultures of Mathematics and Logic, Trends in the History of Science, (Hal. 1-22).
Merriam-Webster Dictionary. 2020. Culture. (online) (https://www.merriam-webster.com/dictionary/culture) (Diakses pada 15 April 2020).
Rosa, M. & Orey, D. C. 2011. Ethnomathematics: the cultural aspects of mathematics. Revista, Latinoamericana de Etnomatemática, 4(2): 32-54.
Skemp, R. R. 1987. The Psychology of Learning Mathematics (Expanded American Edition). New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publishers.
Soedjadi, R. 2000. Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia: Konstatasi Keadaan Masa Kini menuju Harapan Masa Depan. Jakarta: Depdiknas.

Downloads

Published

2021-08-03

How to Cite

[1]
I. K. Qadry, S. Asyari, N. Ismiyati, and A. Patimbangi, “KARAKTERISTIK KULTURAL DAN FILOSOFI MATEMATIKA”, IJMA, vol. 2, no. 1, pp. 62–71, Aug. 2021.