ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA RUMPUT LAUT Eucheumacottonii DI DAERAH PERAIRAN KABUPATEN KOLAKA UTARA

Authors

  • Rachmin Munadi Universitas Islam Makassar

Keywords:

Seaweed, Eucheuma cottonii, Pb, Cd, Atomic Absorption Spectrophotometry

Abstract

Research has  been carried out by the analysis of heavy metal contamination of Pb and Cd on Eucheuma cottonii seaweed in the waters of North Kolaka Regency. This study aims to determine the levels of heavy metals Pb and Cd by using atomic absorption spectrophotometry. Eucheuma cottonii seaweed  samples were taken form three locations in the waters in the North Kolaka Regensy, namely samplen 1 in Kamisi village, sample 2 in Lawadia village, and samplie 3 in Watumea village. Samples were treated by washing with running water, cut it into small piaces, weighed as 4 grams, authored with an electric stove, baked in a furnace for 2 hours at a temperature of 500oC, seaweed ash cooled, after which 5 ml of concentrated HNO3 was added, added distilled water until the cup lip, put in a 50 ml volumetric flask and sufficient volume, filtered until clear, formed filtreate and residue. The filtrate was analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometer at wavelengths of 283.2 nm and 228.9 nm for Pb and Cd. The results of the analysis showed that the Pb metal conted were 0.59 ppm, 0.89 ppm, 0.59 ppm for samples 1, 2 and 3, whereas for the Cd metal were 0.22 ppm, 0.25 ppm, 0,29 ppm for samples 1, 2 and 3. The results of the analysis exceeded the threshold value set by SNI in 2009, namely for metals Pb 0,5 ppm and Cd 0,22 ppm. So thet seawed originating from North Kolaka waters has been contaminatied with Pb and Cd metals and has the potential to cause accumulation in the human body if consumend in the long time.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Achmad, R. 2004. Kimia Lingkungan. Edisi 1. Andi Offset, Yogyakarta. Halaman: 25-26.
[2] Amriani.2011. Bioakumulasi Logam Berat Timbal (Pb) Dan Seng (Zn) Pada Kerang Darah (Anadara Granosa L.) Dan Kerang Bakau (Polymesoda Bengalensis L.) Di Perairan Teluk Kendari.Jurnal Ilmu Lingkungan.Vol. 9, No. 2 : 45-50.
[3] Anggadiredja, J. T Zatnika. 2006. Rumput laut. Jakarta: Penebar Swadaya. Halaman: 147-152.
[4] Boran, M,dan Altinok, I. 2010. A Review of HeavyMetals in Water, Sediment and Living Organismsin the Black Sea. Turkish Journal of Fisheries andAquatic Sciences. Vol. 2, No. 5 : 43-44.
[5] Darmono. 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran: Hubungan dengan Toksikologi Senyawa Logam. UI Press, Jakarta. Halaman: 7-8.
[6] Depik. 2014. Kandungan logam berat dalam sedimen di Perairan Teluk Wawobatu, Kendari, Sulawesi Tenggara.Pusat Penelitian Oseanografi-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2O-LIPI). Ancol Timur. Jakarta. Halaman: 44.
[7] Dwijayanti, E. 2015. Buah Api-Api Putih (Avicennia alba Blume) Termodifikasi Asam Merkapto Asetat (AMA) Sebagai Adsorben Ion Pb(II) dan Cd(II). Tesis. Perpustakan Pusat Universitas Gajah Mada. Yogyakarta. Halaman: 2.
[8] Gandjar, S. M. dan Rohman, A. 2010. Kimia Farmasi Analisis. Cetakan VII. Pustaka pelajar.Yogyakarta. Halaman: 305-312.
[9] Ika, T. dan Said,I. 2011. Analisis Logam Timbal (Pb) Dan Besi (Fe) Dalam Air Laut Di Wilayah Pesisir Pelabuhan Ferry Taipa Kecamatan Palu Utara. JurnalKimia Analitik. Vol.3, No. 2: 157-165.
[10] Ismarti, Fitrah, A. dan Ramses. 2015. Kandungan Logam Berat Pb dan Cd pada Sedimen dan kerang di Perairan Batam. Jurnal Dimensi. Vol 23 No. 2: 12-19.
[11] Ismarti, Fitrah, A. dan Ramses. 2015. Dinamika Logam Berat Cu, Cd dan Pb di Perairan Batam. Halaman: 32-33.
[12] Jaya, Farida, Guntarti, dan Kamal. 2013. Penetapan Kadar Pb Pada Shampoo Berbagai Merek Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom. Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Halaman: 46-47.
[13] Khopkar, S. M. 2008. Konsep Darsar Kimia Analisis. UI-Press. Jakarta. Halaman: 288-289.
[14] Khatimah, K. 2016. Analisis Kandungan Logam Timbal (Pb) Pada Caulerpa Racemosa Yang Dibudidayakan Di Perairan Dusun Puntondo, Kabupaten Takalar.Program Studi Ilmu Kelautan Departemen Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas Hasanuddin Makassar. Makassar. Halaman: 35
[15] Kurnia. 2013. Analisis Kandungan Logam Berat Pb dan Cd Pada Teripang Pasir (Holothuria scabara)Asal Perairan Lawele Sulawesi Tenggara Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom. Program Studi Farmasi F-MIPA Universitas Islam Makassar. Makassar. Halaman: 22
[16] Lamai, C., Maleeya, K., Prayad. P. E., Suchart, U. dan Varasaya, S. 2005. "Toxicity and Accumulation of Lead and Cadmium In The Filamenous Green Algae Cladopora fracta (O. F. Muller ex Vahl) Kutzing". A Laboratory Study. Scienceasia. Halaman: 6.
[17] Lubis, Y., Erfriza, N., Ismaturrahmi.,dan Fahrizal.2013. Pengaruh Konsentrasi Rumput Laut (Eucheuma Cottonii) dan Jenis Tepung pada Pembuatan Mie Basah. Jurnal. Teknik Pertanian.Vol. 3, No. 5: 27.
[18] Mamboya, F.A. 2007. Heavy Metal Contamination and Toxicity. Stockholm University. Halaman: 221.
[19] Manalu, F. L . 2017.Kajian Kandungan Logam Berat Timbal(Pb), Kadmium (Cd),Kromium (Cr), Tembaga (Cu), Dan Mangan (Mn) Pada Rumput Laut (Sargassum Sp.) Di Pesisir Teluk Lampung Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Bandar Lampung. Halaman: 42-43.
[20] Mukono, H. J. 2010. Toksikologi Lingkungan. Airlangga University Press. Surabaya. Halaman 51-52.
[21] Nafed, K. 2011. Rumput Laut dan Produk Turunannya. Warta Ekspor,16 Oktober 2011
[22] Palar, H. 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.Halaman: 501.
[23] Poncomulyo, T., Maryani, H. dan Kristiani, L. 2006. Budidaya dan PengolahanRumput Laut. Jakarta: AgroMedia Pustaka.Halaman: 161.
[24] Purnomo, D. 2009. Logam Berat Sebagai Penyumbang Pencemaran Air Laut. Di Unggah kembali dari http://masdony.wordpress.com/logam-berat-sebagaipenyumbang-pencemaran-air-laut/2022/02/19.
[25] Qumain, S, Dharmawan, A dan Prabaningtyas, S. 2015. Analisis Perbandingan Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Rumput Laut Gracillaria Sp. Dan Agar Desa Kupang, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang. Halaman 49-50.
[26] Rusmiti, D. 2011 Uji Aktivitas Antibakteri Etanol Rumput laut, Bandung : Universitas Pajajaran. Halaman: 70.
[27] Setyawan. 2013. Gambaran Mikroanatomi Pada Insang Ikan Sebagai Indikator Pencemaran Logam Berat Di Perairan Kaligarang Semarang. UniversitasNegeri Semarang. Halaman: 74.
[28] Teheni, M. T, Nafie, N. L. dan Dali, S. 2016. Analisis Logam Berat Cd Dalam Alga Eucheuma cottoni Di Perairan Kabupaten Bantaeng. Universitas Hasanuddin, Makassar. Halaman: 350.
[29] Teheni, M. T. dan Syamsidar, H. S. 2012. Penentuan Kadar dan Distribusi Spasial Logam Berat Kadmium (Cd) Pada Rumput Laut Eucheuma Cottoanii Asal Perairan Kabupaten Takalar Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA).Juruan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar. Halaman: 40-41
[30] Widowati, W. 2008 Efek Toksik Logam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran.Yogyakarta. Halaman: 73.
[31] Wulan, S. P., Thamrin & Amin, B. 2013. Konsentrasi, Distribusi dan Korelasi Logam Berat Pb, Cr dan Zn pada Air dan Sedimen di Perairan Sungai Siak sekitar Dermaga PT. Indah Kiat Pulp and Paper Perawang-Provinsi Riau. Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Universitas Riau. Halaman: 45.
[32] Yalcin, G., Narin, I., & Soylak, M. 2008. Multivariate Analysis of Heavy Metal Contents of Sediments From Gumusler Creek, Nigde, Turkey. Environmental Geology. Vol. 3, No 20: 298.
[33] Zubayr, S. A. 2009. Analisis Status Pencemaran Logam Berat Di Wilayah Pesisir. Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Halaman: 60

Downloads

Published

2022-04-07

How to Cite

[1]
R. Munadi, “ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT Pb DAN Cd PADA RUMPUT LAUT Eucheumacottonii DI DAERAH PERAIRAN KABUPATEN KOLAKA UTARA”, CJCS, vol. 4, no. 1, pp. 1–5, Apr. 2022.

Issue

Section

Articles