EKSTRAKSI DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN Zinnia elegans Jacq. SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN AGEN ANTIINFLAMASI ALAMI

Authors

  • Cynthia universitas cokroaminoto palopo
  • Samriani
  • Aldakia
  • Harianto
  • Sukarti

Keywords:

antiinflamasi; ekstrak etanol; maserasi; skrining fitokimia; Zinnia elegans

Abstract

Inflamasi kronis yang tidak terkendali berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif, sementara penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping gastrointestinal, ginjal, dan kardiovaskular, sehingga mendorong pencarian agen antiinflamasi alternatif berbasis bahan alam. Zinnia elegans Jacq. (kembang ratna), tanaman famili Asteraceae yang secara etnobotani telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional, masih terbatas kajian fitokimianya sebagai kandidat antiinflamasi pada bagian daun. Penelitian ini bertujuan memperoleh ekstrak etanol daun Z. elegans melalui metode maserasi serta mengidentifikasi golongan metabolit sekunder di dalamnya melalui skrining fitokimia, sebagai data dasar sebelum pengujian aktivitas antiinflamasi secara in vitro. Simplisia daun diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi (1:10 b/v, 3 hari, penggantian pelarut setiap 24 jam), lalu dipekatkan dengan rotary evaporator. Skrining fitokimia dilakukan secara kualitatif menggunakan reagen spesifik untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroid/triterpenoid, dan fenol. Hasil menunjukkan rendemen ekstrak sebesar 18,70% (1,87 gram dari 10 gram simplisia), berupa ekstrak kental hijau tua kecoklatan berbau khas, dengan hasil skrining fitokimia positif untuk alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan fenol, sedangkan steroid tidak terdeteksi. Sebagai simpulan, kehadiran flavonoid, tanin, dan saponin secara fitokimia mendukung potensi ekstrak daun Z. elegans sebagai agen antiinflamasi alami karena golongan senyawa ini dilaporkan mampu menstabilkan struktur protein dan menghambat jalur mediator inflamasi, sehingga temuan ini menjadi dasar ilmiah bagi pengujian aktivitas antiinflamasi ekstrak secara in vitro melalui metode penghambatan denaturasi protein pada tahap penelitian selanjutnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Emelda, E., Nugraeni, R., & Damayanti, K. (2022). Eksplorasi Tanaman Herbal Indonesia sebagai Anti Inflamasi. INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 6(2), 58–64. https://doi.org/10.21927/inpharnmed.v6i2.1938

[2] Wautier, J.-L., & Wautier, M.-P. (2023). Pro- and anti-inflammatory prostaglandins and cytokines in humans: A mini review. International Journal of Molecular Sciences, 24(11), 9647. https://doi.org/10.3390/ijms24119647

[3] Sukmawati, Wati, A., & Muflihunna, A. (2022). Uji aktivitas ekstrak kombinasi rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) dan kurma (Phoenix dactylifera L) sebagai antiinflamasi secara in vitro. Window of Health: Jurnal Kesehatan, 5(4), 735–744.

[4] Fadlilaturrahmah, F., Amilia, J., Sukmawaty, Y., & Wathan, N. (2022). Identifikasi Fitokimia dan Uji Aktivitas Antiinflamasi In Vitro Fraksi n-Heksana Kapur Naga (Calophyllum soulattri Burm F) dengan Metode Uji Penghambatan Denaturasi Protein Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Jurnal Pharmascience, 9(2), 355–367.

[5] Ghlichloo, I., & Gerriets, V. (2023). Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs). In StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. (Updated May 1, 2023). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547742/

[6] Kusmana, C., & Hikmat, A. (2015). Keanekaragaman hayati flora di Indonesia. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 5(2), 187–198.

[7] Zuhud, E. A. M., & Haryanto. (1994). Pelestarian Pemanfaatan Keanekaragaman Tumbuhan Obat Hutan Tropika Indonesia. Fakultas Kehutanan IPB, Bogor.

[8] Al-Khayri, J. M., Rashmi, R., Toppo, V., Chole, P. B., Banadka, A., Sudheer, W. N., Nagella, P., Shehata, W. F., Al-Mssallem, M. Q., Alessa, F. M., Almaghasla, M. I., & Rezk, A. A.-S. (2023). Plant secondary metabolites: The weapons for biotic stress management. Metabolites, 13(6), 716. https://doi.org/10.3390/metabo13060716

[9] Mutiara, S. A., Damayanti, E., Wardhana, M. F., & Sukohar, A. (2024). Potensi beberapa tumbuhan sebagai anti inflamasi di Indonesia. Medula, 14(5), 923–929.

[10] Panche, A. N., Diwan, A. D., & Chandra, S. R. (2016). Flavonoids: An overview. Journal of Nutritional Science, 5, e47. https://doi.org/10.1017/jns.2016.41

[11] Gomaa, A. A.-R., Samy, M. N., Abdelmohsen, U. R., Krischke, M., Mueller, M. J., Wanas, A. S., Desoukey, S. Y., & Kamel, M. S. (2020). Metabolomic profiling and anti-infective potential of Zinnia elegans and Gazania rigens (Family Asteraceae). Natural Product Research, 34(18), 2612–2615. https://doi.org/10.1080/14786419.2018.1544975

[12] Burlec, A. F., Corciovă, A., Boev, M., Bătir-Marin, D., Mircea, C., Cioancă, O., Danciu, C., & Hancianu, M. (2019). Chemical profile and antioxidant activity of Zinnia elegans Jacq. fractions. Molecules, 24(16), 2934. https://doi.org/10.3390/molecules24162934

[13] Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

[1]
Cynthia, Samriani, Aldakia, Harianto, and Sukarti, “EKSTRAKSI DAN SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN Zinnia elegans Jacq. SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN AGEN ANTIINFLAMASI ALAMI”, CJCS, vol. 8, no. 1, Jul. 2026.

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>