Deteksi Bakteri Escherichia coli pada Tepung Sagu Basah dan Kapurung
Keywords:
Escherichia coli, kapurung, keamanan pangan, Tepung Sagu BasahAbstract
Escherichia coli adalah bakteri yang dapat hidup di usus manusia dan hewan, dan salah satu fungsinya untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Namun bakteri Escherichia coli juga merupakan jenis bakteri yang dapat digunakan sebagai indikator pencemaran pada makanan. Jika terdapat bakteri E. coli pada suatu bahan makanan, maka hal ini menandakan terkontaminasinya bahan makanan tersebut akibat dari proses pengolahan yang kurang higienis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan bakteri E. coli pada sagu basah dan kapurung yang diproduksi oleh pabrik yang berlokasi di Jembatan Miring, Kota Palopo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo dan di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Palopo. Sampel pada penelitian ini diambil dari dua pabrik sagu tradisional di Jembatan Miring, tepatnya di Lorong Tondok Alla, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif dan menggunakan metode most probable number (MPN) yang dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu uji penduga, uji konfirmasi, dan isolasi-identifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada tepung sagu basah dari kedua pabrik terdapat bakteri E. coli pada sampel pabrik 1 sebanyak 11 MPN/g, dan pada sampel pabrik 2 sebanyak 11 MPN/g sedangkan pada kapurung terdapat bakteri E. coli pada sampel pabrik 1 sebanyak 0,036 MPN/g dan sampel pabrik 2 sebanyak 0,036 MPN/g oleh karena itu sagu basah layak konsumsi jika diolah menjadi kapurung.
Downloads
References
[1] Direktorat Jenderal Perkebunan, "Statistik perkebunan Indonesia," Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarfta, 2019.
[2] M. A. Ardiansyah, & R. Rudianto, "Pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna pada industri rumahan pembuat produk lokal berbahan dasar sagu di kota Palopo," To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, vol. 1, no. 1, pp. 29-34, 2018.
[3] E. Ernawati, H. Lakare, & P. Diansari, "Peranan makanan tradisional berbahan dasar sagu sebagai alternatif dalam pemenuhan gizi masyarakat," Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, vol. 14, no. 1, pp. 31-40, 2018
[4] N. Haruna and H. Alang, “Studi Etnobotani Ekonomi Tanaman Sagu (Methroxylon sagu) Pada Masyarakat Adat Luwu di Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan,” Bio:Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, vol. 9, no. 2, pp. 179-185, 2022, doi: https://doi.org/10.31849/bl.v9i2.10812
[5] S. Sismaini, I. S. Nasution, & B. S. Putra, "Kuat tarik edible film berbahan dasar pati sagu dengan penambahan gliserol sebagai plasticizer", Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, vol. 7, no. 2, pp. 472-479, 2022.
[6] Hanari, "Efek lama penyimpanan aci sagu basah terhadap jumlah kandungan bakteri dan kapang atau khamir yang diolah secara tradisional," Tesis, Program pasca Sarjana Universitas Airlangga, Surabaya, 2005.
[7] D. P. Hutasoit, "Pengaruh sanitasi makanan dan kontaminasi bakteri Escherichia coli terhadap penyakit diare," Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, vol. 9, no. 2, pp. 779-786, 2020.
[8] WHO, "Diarrhoeal disease," https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease, 2024.
[9] I. A. Khalil, C. Troeger, B. F. Blacker, P. C. Rao, A. Brown, D. A. Atherly, T. G. Brewer, C. M. Engmann, E. R. houpt, G. Kang, K. L. Kotloff, M. M. Levine, S. P. Luby, C. A. MacLennan, W. K. Pan, P. B. Pavlinac, J. A. Platts-Mills, F. Qadri, M. S. Riddle, E. T. Ryan, D. A. Shoultz, A. D. Steele, J. L. Walson, J. W. Sanders, A. H. Mokdad, C. J. L. Murray, S. I. Hay, R. C. Reiner Jr, "Morbidity and mortality due to Shigella and enteroroxigenic Escherichia coli diarrhoea: the Global Burden of Disease Study 1990-2016," Infection, vol. 18, November, pp. 1229-1240, 2018.
[10] I. Haryanti and R. Camelia, "Analisis pengetahuan dan ketersediaan air bersih dengan kejadian diare pada balita," Cendikia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma'arif Baturaja, vol. 9, no. 1, pp. 199-205.
[[11] A. R. Greenhill, W. A. Shipton, A. D. Omoloso, B. Amoa, J. M. Warner, "Bacterial contamination of sago starch in Papua New Guinea," Journal of Food Protection, vol. 70, no. 12, pp. 2868-2872, 2007, doi: 10.4315/0362-028x-70.12.2868.
[12] E. P. Tenriawaru, Suharjono, T. Ardyati, E. Zubaidah, " Bacterial community structure in sago pith and sago waste water and its potential uses as acids producer," Journal of Tropical Life Science, vol. 12, no. 2, pp. 173-182, 2022.
[13] F. N. Islam, E. P. Tenriawaru, & E. Sohriati, "Analisis cemaran mikroba, jamur dan bakteri pada kapurung berdasarkan angka lempeng total," Cokroaminoto Journal of Biological Science, vol. 6, no. 2, pp. 14-19, 2024.
[14] SNI 2897:2008, "Metode pengujian cemaran mikroba dalam daging, telur, dan susu serta hasil olahannya," Badan Standarisasi Nasional, 2008.
[15] SNI 7388:2009, "Batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan," Badan Standarisasi Nasional, 2009.
[16] N. R. Sunarti, Uji kualitas air sumur dengan menggunakan metode MPN (most probable number)," Biolimi: jurnal Pendidikan, vol. 1, no. 1, 2015.
[17] M. R. Adam & M. O. Moss, "Food microbiology," Royal Society of Chemistry, Cambridge, 2008.
[18] BPOM, "Pedoman penetapan masa simpan untuk pangan olahan yang diproduksi oleh usaha mikro dan usaha kecil (UMK)," Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Jakarta, 2024.
[19] T. Kurniati, "Biologi Sel," UIN Gunung Djati, bandung, 2020.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurfadila, Eka Pratiwi Tenriawaru, Sunarti Cambaba, Suhaeni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
In submitting the manuscript to the journal, the authors certify that:
- They are authorized by their co-authors to enter into these arrangements.
- The work described has not been formally published before, except in the form of an abstract or as part of a published lecture, review, thesis, or overlay journal.
- That it is not under consideration for publication elsewhere,
- That its publication has been approved by all the author(s) and by the responsible authorities – tacitly or explicitly – of the institutes where the work has been carried out.
- They secure the right to reproduce any material that has already been published or copyrighted elsewhere.
- They agree to the following license and copyright agreement.
License and Copyright Agreement
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under Creative Commons Attribution License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.